Konflik Agraria Di Kalasey 2 Terus Bergulir, Upaya Pengaduan Warga Di Pusat Diterima Baik.

 

JAKARTA- METRO GEMA NEWS:

Konflik agraria di Desa Kalasey 2 Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara terus berlanjut dengan adanya rencana pembangunan rumah susun sewa untuk pegawai RSUD ratumbyusang yang kemudian akan menggusur lahan pertanian warga. Upaya warga petani pun tak redup walaupun Rekomendasi DPRD Provinsi tahun 2010 dan yang terbaru tahun 2023 tidak direalisasikan pemerintah Daerah bahkan Rekomendasi Komnas HAM pun terkesan tidak diindahkan Pemprov Sulut.
( 12/05/2024 )

Upaya warga dalam memperjuangkan hak atas tanah pertanian mereka yang sudah dikuasai sejak tahun 1932 kini dilakukan dipusat dengan mendatangi komisi 2 DPR-RI untuk audiensi terkait duduk persoalan, membuat pengaduan langsung kepada kementerian ATR BPN bahkan pengaduan ke Kementrian dalam negeri untuk dapat melakukan intervensi kebijakan merujuk dari SK Mendagri no 341/DJA/1986 tentang tanah objek TORA di kalasey 2.

Refli Sanggel, perwakilan warga petani kalasey 2 yang datang ke Jakarta menerangkan kepada media ini bahwa hegemoni di Sulut terkesan tidak memihak rakyatnya terkhusus petani kalasey 2, bagaimana bisa konsep pembangunan kemudian menelantarkan rakyatnya, merampas ruang hidup dan sumber mata pencaharian kami bahkan dengan cara represif.

Kami membutuhkan kehadiran negara untuk rakyatnya itu nyata, sehingga saya datang ke Jakarta dan masuk ke instansi pemerintah yang terkait untuk mengadukan persoalan ini sembari berharap mendapatkan atensi khusus dari pemerintah pusat ujar refli sebagai kordinator petani kalasey dan aktivis ham di Sulut.

Sementara itu anggota DPR-RI komisi 2 Kamran Mochtar Pandomi merespon aspirasi warga kalasey 2 dengan baik bahkan akan berupaya menyampaikan hal ini langsung dengan pak menteri Agus Harimurti Yudhoyono,( AHY ) dalam wawancara terpisah dengan media ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *